Jack Miller gagal finis di GP Portimao lantaran crash. Pembalap asal Australia itu ingin cepat move-on dan fokus untuk balapan selanjutnya di Jerez. Pembalap Ducati-Lenovo itu start P-4 di grid dalam balapan. Setelah pada sesi latihan rata-rata dia selalu menempati posisi ke-10 dalam timesheet gabungan di sirkuit Angel Nieto itu. “Beruntung saya tidak begitu pintar (pintar mengingat pelajaran di sekolah). Jadi saya sudah melupakan GP Portimao,” kata pembalap berusia 27 tahun itu sambil tertawa, mengacu pada kegagalannya mendulang poin di seri ke-5 GP Portugal.

JackAss melanjutkan, “Hari pertama latihan untuk belajar. Targetnya masuk 10 besar, meskipun saya ingin lebih dari itu. Motornya bekerja dengan baik meskipun masih perlu ditingkatkan. Kami ingin meningkatkan pace kami di FP3 pada hari Sabtu.”

“Fabio (Quartararo) adalah pembalap yang harus dikalahkan. Jujur, kecepatannya bagus. (Joan) Mir juga cepat, kedua pembalap Suzuki terlihat kembali kuat. Aleix (Espargaro) juga bagus. Dan catatan waktu saya tidak terlalu bagus, hanya 1:38 menit.”

Pembalap berjuluk Thriller Miller itu menambahkan, “Tidak mudah melahap 2 atau 3 lap dengan kecepatan seperti ini sambil menghindari lintasan basah. Ini tentang strategi pengereman mesin dan cengkeraman di bagian belakang.”

“Di Jerez selalu ada keterkaitan antara grip belakang dan grip depan. Tetapi set-up dasar Portimao juga bekerja cukup baik di sini. Pada tikungan 8, ada satu spot yang hampir tidak bisa mengering. Beberapa pembalap tetap melibas area di trek yang sulit itu, saya melaju di bagian luar (kering). Tikungan 5 juga cukup lama mengering. Area seperti ini benar-benar menyulitkan. Saat matahari bersinar, sulit untuk melihat spot-spot itu,” tutup Miller. (end)

Leave a Reply

Your email address will not be published.