Bagi Pecco Bagnaia, balapan di Philip Island akhir pekan depan sangat penting untuk gelar MotoGP pertama pebalap Ducati itu. Dalam tiga balapan tersisa di musim ini, pembalap berusia 25 tahun itu hanya memiliki dua poin dari pemuncak klasemen Fabio Quartararo (Yamaha). Pembalap Italia asal Torino itu ingin merebut gelar juara dunia kategori pembalap sejak 2007 (terakhir oleh Casey Stone) di Ducati. Untuk melakukan ini, Pecco harus finis di depan Quartararo dan Aleix dengan motor Aprilia-nya. Dia juga perlu memperhatikan Enea Bastianini (Gresini-Ducati) dan rekan setimnya Jack Miller

“Aleix sangat konsisten, tapi tidak ada perbedaan. Dia tidak bisa mengulang hasil bagus di Argentina. Kejuaraan ini cukup aneh. Levelnya sangat tinggi dan banyak pembalap yang kompetitif, sementara banyak pembalap melakukan kesalahan,” kata Bagnaia dalam sebuah wawancara.

Sementara tentang Bastianini dia berpendapat, “Enea adalah anak yang baik dan memiliki bakat yang luar biasa. Dia sangat kuat dan cepat, tapi dia harus belajar bekerja di tim pabrikan. Seperti yang saya pelajari tahun ini. Memang tidak akan mudah pada awalnya, tetapi ini adalah tahapan yang harus dilalui. Tidak akan mudah pada awalnya, tetapi dia sangat cerdas dan akan dengan cepat memahami apa yang harus dia lakukan,” kata Pecco tentang Bastianini, yang akan menjadi rekan setim barunya untuk bergabung dengan tim pabrikan tahun depan.

Apakah menurut Bagnaia dia dapat mengandalkan bantuan dari rekan merek Ducati-nya? “Aku paham potensiku dan aku mengerti dapat memenangkan race tanpa bantuan team order. Kami telah memenangkan enam balapan karena tidak dari seseorang membiarkan saya lewat atau menunggu kami, tim order adalah bagus, tetapi sekarang bukan waktunya untuk membicarakannya, ”kata siswa Valentino Rossi itu.

“Saya akan terus memberikan segalanya di balapan, memberikan banyak tekanan dan tak memikirkan peringkat (klasemen). Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa. Jika kesempatan terakhir saya untuk memenangkan kejuaraan turun di menit terakhir, saya baru akan memikirkan segalanya. Tapi saya sekarang inio tidak ingin memikirkannya,” jelas pria Italia itu.

“Satu-satunya cara untuk bahagia adalah menang. Melakukan semuanya dengan motor yang belum pernah memenangkan gelar dalam 15 tahun adalah hal yang luar biasa,” tutup Bagnaia.

Sumber: ridertua

1 thought on “Pecco Bagnaia: Menang karena Saya yang Terkuat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: