RiderTua.com – Kegembiraan pertama sudah dirasakan murid-murid akademi Valentino Rossi dengan tim Mooney VR46 di mana Marco Bezzecchi meraih gelar “Rookie of the year” di kejuaraan MotoGP 2022.. Pecco Bagnaia semakin dekat dengan gelar dunia keduanya, pasukan besutan Valentino Rossi ini bahkan bersiap untuk seri Valencia jika pertarungan gelar masih alot di Sepang, dan kemungkinan (diharapkan) Vale akan hadir di seri penutup Valencia untuk menyambut seri akhir yang sudah dijalani anak didiknya, mungkin punya firasat gelar dunia akan diperebutkan hingga seri akhir?

Setelah podium di Assen dan posisi keempat di Phillip Island.. Dan pengalaman jatuh di Motegi, Pecco Bagnaia, menghindari risiko menyalip dan gagal finish. Di GP Australia, banyak mata terfokus pada rookie dari Riminiu yang akhirnya mengunci gelar pemula terbaik tahun ini. Sementara tanpa team order, kali ini Pecco lebih cepat, di sirkuit yang tentunya tidak mudah karena bannya cepat habis..

Seperti diberitakan: Mengapa “Bez” tidak menyalip rekan satu mereknya dan rekan VR46 Academy? “Karena saya kurang cepat.. Saya mencoba menyalip. Satu-satunya tempat saya bisa menyalip dengan aman adalah Tikungan 1, tetapi saya kehilangan terlalu banyak di sektor terakhir. Itu sangat cepat dan saya tidak bisa menggunakan slipstream. Motor Pecco juga sedikit lebih cepat dari saya. Mencoba manuver di Tikungan 10 adalah tindakan konyol, dan berisiko bagi Pecco dan saya. Karena saya menjalani balapan yang fantastis dan saya tidak ingin mengakhiri balapan di kerikil atau keluar dari lima besar”.

Valentino Rossi diharapkan ada di Valencia

Marco Bezzecchi berhasil meraih posisi keempat di GP Australia yang membuatnya menapaki langkah pertama dalam karirnya di MotoGP. Menjadi rookie terbaik, 93 poin dan peringkat 14 di klasemen, di belakang Luca Marini dan Marc Marquez. Sang maestro hebat Valentino Rossi diharapkan hadir di Valencia untuk merayakan musim yang bisa menjadi sejarah bagi pasukan Tavullia. “Saya mencoba untuk tetap bersama Pecco dan berusaha keras agar bisa dekat dengannya. Dalam tiga lap terakhir ban saya bermasalah, dengan ban depan khususnya. Saya bisa mengatur ban belakang sedikit lebih baik, tapi kemudian kedua ban sedikit barada di limit,” kata pembalap tim satelit Ducati itu.

Dalam 27 lap balapan di Phillip Island Bez juga harus bersaing ketat dengan Alex Rins dan Marc Marquez, yang sulit untuk mengejar mereka. Tetapi talenta asal Romagna itu tahu dia juga membutuhkan kondisi ini (bertarung di barisan depan) untuk pengalaman bertarungnya. Beberapa bantuan teknis telah datang dari Borgo Panigale untuk Desmosedici GP21-nya, dia telah menunjukkan bahwa dia layak mendapatkan kepercayaan dari Ducati dan gaya balapnya secara bertahap terasah. Memang dua rival Suzuki dan Honda itu lebih berpengalaman dalam manajemen ban, tapi yang membuat Marco Bezzecchi terkesan adalah tantangan seperti yang dilakukan Marquez dengan ban soft. “Luar biasa, tidak mungkin saya membalap dengan ban soft, dia (Marc) juga sangat pandai mengatur ban”.

Bezzecchi mengakhir dengan berbicara tentang Valentino Rossi, “Saya berterima kasih padanya, dia selalu percaya pada saya,” pungkasnya..

Sumber: ridertua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: