Apakah musim 2022 tahunnya Ducati juara dunia di MotoGP dan WSBK? Dengan kemenangan di balapan Superbike pertama di San Juan Villicum, Alvaro Bautista mengambil langkah besar menuju gelar juara dunia 2022. Kini Toprak Razgatlioglu dan Johnny Rea masing-masing tertinggal 80 dan 87 poin di belakangnya. Tenang dan percaya diri, itulah cara Bautista selalu tampil apik selama menjalani balapan musim 2022. Tentu, pembalap asal Spanyol itu yang berpostur kecil dan ringan itu sangat klop dengan Ducati Panigale V4R yang berakselerasi seperti roket. Tetapi rekan-rekan semereknya memiliki materi yang hampir sama, sangat jauh dari performanya. Sama dengan Pecco gelar dunia Alvaro semakin dekat..

Alvaro Bautista: Gelar Dunia Semakin Dekat

Bautista sangat beruntung tidak ‘tersapu’ oleh Toprak Razgatlioglu yang menyalip dengan grusa-grusu pada lap pertama balapan pertama di Argentina. Dimana rider Yamaha itu berakhir di gravel trap. Meski juara dunia 2021 itu mampu melanjutkan balapan dan merangsek naik ke posisi 15, dia hanya mencetak 1 poin.

Dengan 8 balapan tersisa dan 161 poin untuk diperebutkan, Bautista unggul 80 poin atas Razgatlioglu (Yamaha) dan 87 poin atas Jonathan Rea (Kawasaki), yang tertinggal 5,1 detik di balapan pertama setelah pertarungan luar biasa yang finis ke-2 dengan Axel Bassani (Motocorsa Ducati).

Untuk para krunya, Bautista mengatakan, “Saya harus berterima kasih kepada Ducati dan tim saya, mereka sekali lagi memberi saya motor yang sangat bagus. Kami sudah sangat cepat di Superpole. Saya sangat percaya diri untuk balapan karena saya tahu saya memiliki kecepatan yang sangat baik. Balapan pertama sangat penting, bahwa saya tidak terlibat dalam terlalu banyak pertarungan dan tidak membuat kesalahan.”

“Kemudian saya memimpin dan sangat beruntung ketika Toprak mencoba melewati saya dan crash. Saya rasa sepertinya dia sempat menyentuh ban depan saya, itu benar-benar kencang. Kemudian saya butuh beberapa lap untuk memproses apa yang telah terjadi, dan sayangnya saya kehilangan beberapa posisi ketika saya menyadari untuk memimpin dan melanajutkan balapan saya,” ungkap rider berusia 37 tahun itu.

Penampilan apik Bautista sekali lagi menurunkan mental, baik Razgatlioglu maupun Rea. Karena mereka tahu bahwa pembalap asal Spanyol itu akan kuat di balapan hari Minggu dan juga di balapan final di Phillip Island-Australia. Dan bahkan jika rider Ducati itu bukan pesaing untuk meraih kemenangan di Indonesia, dia akan cepat. Dalam 28 balapan tahun ini, Bautista hanya mengalami satu kali crash di Donington Park, saat dia ditabrak oleh Rea di Magny-Cours. Selain itu, selain sprint race di Inggris (posisi 4), dia selalu naik podium. 25 kali yang luar biasa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: